Selasa, 07 Maret 2017 - 07:20:14 WIB
Menuju Sekolah Adiwiyata
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Adi Wiyata - Dibaca: 520 kali

KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN

 

Kita sebagai anak dan umat Tuhan harus menjaga kebersihan baik secara individu kelompok, maupun secara jasmani dan rohani. Alkitab mencatat pada waktu bangsa Israel keluar dari negara Mesir dan mengembara di padang gurun, Tuhan memberikan banyak sekali perintah kepada mereka, salah satunya menjaga perkemahan mereka tetap kudus (Ulangan 23 : 9 – 14). Perkemahan berarti bicara tentang tempat tinggal, alias rumah/ tempat kita tinggal. Tuhan menyuruh kita jaga kebersihan lingkungan kita karena itu baik bagi kesehatan kita sendiri. Lingkungan yang sehat akan membuat penghuni rumah itu sehat.

Sampah menjadi persoalan besar sejak jaman dahulu. Jika kita menghitung sampah yang dihasilkan oleh setiap individu dalam satu hari, kita akan dibuat kaget karena ternyata jumlahnya cukup besar. Sumber-sumber sampah adalah sebagai berikut :

1     Pemukiman (rumah tangga) adalah sampah yang kompleks baik dari wujudnya, penyusunnya maupun penanganannya. Contoh : sisa-sisa makanan (sampah organik), plastik dan kaleng (sampah anorganik), deterjen, sisa obat.

2     Pertanian/perkebunan adalah sampah yang berasal dari pertanian atau perkebunan. Contoh : jerami, sisa daun-daunan, pupuk, pestisida.

3     Bangunan/konstruksi, contoh : kayu, sisa kaca, sisa bahan bangunan, sisa cat.

4     Perkantoran/sarana pendidikan, contoh : kertas, kardus, tinta.

5     Industri, contoh : sisa pelarut, potongan bahan, emisi mesin.

Polutan kompleks seperti sampah rumah tangga atau industri biasa dibedakan atas jenis/ materi penyusunnya :

1     Sampah organik : sampah yang tersusun dan berasal dari bahan organik seperti tumbuhan dan hewan. Contoh : dedaunan, sisa makanan.

2     Sampah anorganik : sampah yang tersusun dan berasal dari bahan anorganik biasanya diambil dari sumber daya alam tidak terbarui atau proses industri. Contoh : sampah logam, kaca.

3     Sampah khusus : sampah yang disusun oleh bahan beracun dan berbahaya (B3) atau radioaktif sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan. Contoh : sisa obat-obatan, sampah nuklir, sisa batu baterai.

Sampah tidak hanya menjadi persoalan kita secara pribadi tetapi juga menjadi persoalan besar bagi pemerintah baik di tingkat daerah maupun pusat. Hal ini menjadi alasan yang sangat kuat agar kita mengusahakan solusi untuk mengatasi persoalan sampah ini. Pengurangan dan pengelolaan sampah yang tepat menjadi hal yang penting.

Pengelolaan sampah didasarkan pada : jenis sampah (organik, anorganik, khusus), keadaan sampah (campuran dengan limbah lain atau tidak) dan wujud sampah (cair, gas, padat). Berikut ini adalah beberapa cara pengelolaan sampah.

1    Sampah Organik

Sampah organik relaltif lebih mudah, karena terurai oleh mikroorganisme, tetapi karena waktu yang diperlukan mikroorganisme dengan jumlah sampah tidak imbang maka sampah ini perlu dikelola.

Sampah organik dikelola dengan cara :

  1. Sampah yang masih segar seperti : sisa sayuran, daun-daunan dapat digunakan untuk pakan ternak.
  2. Pembuatan kompos

Pengomposan pada dasarnya mengurangi atau mendegradasi bahan organik menjadi bahan anorganik secara terkontrol dengan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini antara lain bakteri, jamur, insekta dan cacing. Mikroorganisme pengurai harus dikondisikan dengan mengatur suhu, kelembaban udara, kandungan oksigen dan perbandingan campuran.

Keuntungan pengomposan :

         -  Jenis pupuk yang didapat adalah pupuk yang ramah lingkungan

         -  Bahan yang dibutuhkan ada di sekitar kita

         -  Masyarakat dapat membuat sendiri

         -  unsur hara yang terkandung dalam kompos lebihll bertahan lama dlibanding pupuk buatan.

  1. Pembuatan biogas

Biogas adalah gas-gas yang dapat dipergunakan untuk bahan bakar. Gas ini berasal dari pembusukan bahan organik dengan cara anaerob (tanpa oksigen), dibantu oleh mikroorganisme. Sampah organik (kotoran hewan, sisa tumbuhan) dicampur dan dimasukkkan ke dalam tempai kedap udara, dibiarkan kira-kira 2 minggu. Secara garis besar reaksinya sebagai berikut:

                  -  Selulosa diubah menjadi glukosa

                     (C6H12O6)n          ®        n (C6H12O6)

                  -  Peruraian glukosa

                     n (C6H12O6)         ®        2n CH3CH2OH     +     2n CO2    +    E

                  -  Pembentukan asam oleh alkohol (etanol) dengan bantuan bakteri

                      2n CH3CH2OH  +2n CO2   2n CH3COOH +2n CH4

                  -  Pembentukan metana oleh asam dengan bantuan bakteri

                     2n CH3COOH           +    2n CO2

  1. Digunakan sebagai penyubur kolam ikan.

2    Sampah Anorganik

          Pengelolaan sampah anorganik dibedakan atas : sampah yang masih bisa dipakai lagi tanpa pengolahan, sampah yang bisa didaur ulang atau sampah yang tidak bisa digunakan lagi. Sampah-sampah yang bisa didaur ulang biasanya adalah sampah yang berasal dari plastik, logam, kertas dan kaca. Hasil dari daur ulang bisa berupa produk yang sama atau produk yang berbeda. Karena produk daur ulang mengandung radikal bebas maka disarankan agar tidak menggunakan hasil daur ulang untuk kepentingan yang langsung dengan kita. Contoh daur ulang plastik untuk pot bunga atau gayung saja, bukan untuk piring, gelas dan tempat/bungkus makanan.

Apabila pemilihan dan pemilahan sampah sedini mungkin maka kualitas daur uang akan semakin bagus, minimal produk daur ulang masih bisa diberi warna, sebab warna seperti semula sudah tidak mungkin. Jika terlalu kotor sampah yang akan didaur ulang maka hasil akhirnya adalah hitam.

Untuk sampah yang tidak bisa didaur ulang atau digunakan lagi biasanya ditempuh dengan cara antara lain :

  1. Penimbunan

     Penimbunan dengan maksud untuk menutupi rawa, jurang atau lekukan tanah di permukaan tanah atau di laut. Kekurangan dari sistem penimbunan :

  • sejumlah lahan tertimbun oleh sampah dan tidak produktif lagi
  • cairan hasil pembusukan bisa mencemari sumber air
  • sungai dan pipa-pipa air mungkin tercemar oleh polutan sampah
  • penyumbaatan badan air
  • tempat yang menarik bagi hewan (tikus, anjing, kucing dll)
  • sumber dan tempat perkembangbiakan penyakit
  • gas yang dihasilkan bisa meledak, misal gas CH4 dari peruraian
  • anaerob
  • menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan sosial di  
  • masyarakat.
  1. Pengisian tanah kesehatan (sanitary landfill)

Sampah ditumbun di suatu daerah, kemudian dipadatkan dengan traktor selanjutnya ditutupi tanah. Pada bagian bawah dilengkapi oleh saluran yang menyalurkan air sisa pembusukan yang harus diolah dulu sebelum dibuang ke sungai. Di bagian atas dibuat saluran untuk menyalurkan gas. Hal yang perlu diperhaatikan pada sanitary landfill adalah :

      -  sanitary landfill adalah warisan bagi generasi mendatang

      -  memerlukan lahan luas

      -  pemilihan lahan agar tidak mencemari lingkungan

      -  pemantauan yang terus menerus

      -  drainase dan pembuangan gas harus dipersiapkan.

c.      Pembakaran

      Sampah padat dibakar dalam insinerator. Hasil pembakaran berupa gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat mencapai 70%.

 

Gambar Pameran Hasil Daur Ulang




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)